UNGARAN, MediaKompas.id: Pemerintah Kabupaten Semarang meminta PT PLN untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan terkait rencana eksplorasi panas bumi atau geothermal di kawasan Gunung Ungaran. Langkah tersebut diambil untuk menjaga situasi masyarakat tetap kondusif di tengah munculnya keresahan dan kegaduhan di media sosial.
Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, komunikasi dengan pihak perusahaan terkait rencana pengembangan panas bumi terus dilakukan. Salah satunya dengan PT Geo Dipa Energi yang dinilai cukup intens berkomunikasi dengan pemerintah daerah.
“Terkait dengan PT Geo Dipa Energi ini intens melakukan komunikasi, melaporkan hasilnya, perkembangannya, sosialisasi masyarakat secara langsung dengan pemerintahan desa yang ada di sana,” jelas Ngesti.
Sementara itu, untuk PT PLN, Ngesti mengatakan hingga saat ini pihaknya baru mendapatkan gambaran umum mengenai rencana kegiatan tersebut. Belum ada kepastian mengenai progres pelaksanaan di lapangan.
“Kemudian yang PT PLN hingga saat ini tadi menyampaikan terkait dengan gambaran-gambaran. Tetapi untuk progresnya ini belum ada satu kepastian,” ujarnya.

Ngesti mengatakan, rencana eksplorasi panas bumi di Gunung Ungaran telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut juga turut memunculkan berbagai informasi dan kegaduhan di media sosial.
Karena itu, Pemkab Semarang meminta agar kegiatan yang berkaitan dengan rencana eksplorasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat.
“Untuk PT Geo Dipa yang ada di wilayah Banyubiru tetap nanti bisa dilaksanakan, intens komunikasi dengan pemerintah daerah. Kemudian yang untuk PT PLN kami minta sementara waktu untuk tidak melakukan kegiatan apa pun dulu. Agar situasi masyarakat nanti juga kondusif,” kata Ngesti.
Menurut Ngesti, situasi kondusif menjadi penting karena Kabupaten Semarang akan menghadapi pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) di 140 desa.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah berharap tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat yang dapat mengganggu pelaksanaan tahapan pilkades.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar-kabar yang tidak benar,” ujarnya.
Pemkab Semarang juga mendorong komunikasi antara perusahaan, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat terus dilakukan secara terbuka. Dengan demikian, setiap perkembangan terkait rencana eksplorasi geothermal dapat disampaikan berdasarkan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.





